ANGEL PUSVITA DEWI
Nama yang Tak Lagi DipanggilAku masih ingat
cara kau memanggil namaku dulu—
seperti itu hal paling penting di dunia.
Kita pernah begitu dekat,
hingga diam saja terasa cukup
untuk saling mengerti.
Tapi entah sejak kapan
kau mulai menjauh
tanpa benar-benar berpamitan.
Pesanku berubah menjadi tanda centang,
lalu menjadi sepi,
lalu menjadi sesuatu
yang tidak lagi kau baca.
Aku sempat bertanya pada diriku sendiri,
apakah aku melakukan kesalahan,
atau memang ada orang
yang hanya ditakdirkan untuk tinggal sebentar.
Yang paling menyakitkan
bukan saat kau pergi,
tetapi saat aku masih sering melihatmu
di antara orang-orang yang tidak lagi menyapaku.
Kau tetap hidup di dunia yang sama,
tetapi tidak lagi mengenalku di dalamnya.
Dan sekarang,
aku terbiasa berbicara sendiri
di dalam kepala.
Memanggil namamu pelan-pelan,
meski aku tahu
tidak ada lagi suara
yang akan menjawabnya.
jambi,10 mei 2026