Kita mengukir janji ditulang sendiri
Karya: Anastasya graciela ChristianiKita mengukir janji di tulang sendiri
dengan pisau luka yang saling kita berikan.
Darahku dan darahmu melebur jadi tinta,
menulis nama kita di kulit waktu yang rapuh.
Mereka berteriak “Berhenti!”
Tapi kita sudah bersumpah di altar tulang dan air mata.
Kalau jatuh, kita jatuh bersama.
Kalau hancur, kita hancur bersama.
Aku rela membakar tanganku jadi obor,
merobek lidahku agar namamu tetap hidup.
Pengorbanan ini bukan bodoh—
ini bukti kita memilih jadi api di dunia yang memaksa menyerah.
Suatu hari darah habis, napas berhenti, waktu runtuh.
Tapi biarlah.
Yang tersisa hanya dua bayangan yang saling menahan agar tak jatuh ke sunyi.
Cinta yang tak membayar harga adalah cinta sewaan.
Kami sudah membayarnya dengan daging, tulang, dan harapan.
Biarlah abu kami menyatu,
jadi bukti bahwa pernah ada cinta yang memilih hancur,
asal tidak pernah berpisah.
---
Jakarta 14mei 2026