Jarak Diantara Kita

Karya: Aisyah Fauziah Noviyanti



Kita duduk di bangku yang sama,
tapi pikiranmu melayang ke tempat yang tak bisa kujangkau.
Suara tawamu terdengar dekat,
namun hatimu seperti langit yang jauh di sana.

Aku menjangkau dengan kata,
kau menjawab dengan diam yang rapi.
Ada tembok tak terlihat di antara kita,
dibangun dari hal-hal yang tak pernah diucapkan.
Dekat secara raga, jauh dalam rasa.

Aku tahu namamu, tapi tidak tahu lukamu.
Aku lihat senyumnya, tapi tidak tahu sedihnya.
Mungkin jarak ini perlu,
agar aku belajar menahan rindu tanpa menuntut.

Agar aku mengerti,
tidak semua yang dekat harus dimiliki.
Kini aku membiarkanmu pergi, meski ragamu masih di sini.
Karena mencintai kadang berarti merelakan,

meski hati masih merasa dekat,
namun jauh.


Bandar Lampung , 14 Mei 2026