Amalia Rahmadani Anwar
Jarak yang Tinggal di MataKita sedekat doa
yang diam-diam kusebut setiap malam,
namun sejauh langit
yang tak pernah benar-benar kugapai.
Aku mengenal tawamu
seperti mengenal jalan pulang,
tetapi langkah kita
selalu berhenti pada rindu
yang tak sempat saling memeluk.
Ada namamu
di setiap sunyi yang singgah,
ada bayangmu
di sela waktu yang berjalan pelan.
Kita bukan tak saling memiliki,
hanya semesta
belum memberi ruang
untuk benar-benar bersama.
Maka biarlah aku tetap menunggu,
meski dekatmu hanya terasa dari suara
dan kenangan yang sederhana.
Medan, 9 Mei 2026