HAMDI PRAYOGI
Kita yang saling menguatkanAku pernah mengira cinta
hanyalah tentang genggaman tangan,
tentang kata rindu
yang diucapkan sebelum tidur,
atau tentang janji-janji manis
yang mudah hanyut oleh waktu.
Namun setelah mengenalmu,
aku mengerti—
cinta ternyata adalah tentang bertahan
di tengah hidup yang tidak selalu mudah.
Tentang dua manusia
yang sama-sama lelah,
tetapi tetap memilih duduk bersama
untuk memperbaiki harapan
yang hampir runtuh.
Kita bukan pasangan sempurna.
Kadang ada diam yang panjang,
ada ego yang saling melukai,
ada kecewa
yang tidak sempat dijelaskan dengan baik.
Tetapi anehnya,
di antara semua luka itu,
kita masih menemukan alasan
untuk tetap pulang
satu sama lain.
Aku suka caramu menguatkanku
tanpa harus terlihat hebat.
Caramu percaya padaku
saat dunia mulai meragukan.
Dan caramu tetap tinggal
meski aku belum menjadi
apa yang kau harapkan.
Barangkali itulah cinta yang sebenarnya:
bukan tentang siapa yang paling sempurna,
melainkan siapa yang tetap menggenggam
saat keadaan memaksa untuk melepaskan.
Jika nanti hidup membawa kita
pada hari-hari yang lebih sulit,
aku ingin kita tetap seperti ini—
saling menguatkan,
saling menjaga,
dan saling menjadi alasan
untuk terus berjuang.
Karena pada akhirnya,
cinta bukan hanya soal memiliki.
Cinta adalah dua hati
yang memilih bertahan bersama,
meski sama-sama pernah hancur
oleh dunia.
Lampung 6 mei 2026