Di balik retak, aku masih menyala

Karya: SITI KHODIJAH



Ada hari ketika langit terasa begitu jauh,
dan langkah kaki tak lagi tahu arah untuk pulang.
Aku pernah menjadi seseorang yang penuh harapan,
lalu perlahan kehilangan cahaya di tengah perjalanan.
Pernah aku bertanya kepada malam,
mengapa luka selalu datang tanpa mengetuk pintu?
Mengapa senyum harus kupakai setiap hari,
sementara hati diam-diam lelah menanggung pilu?
Namun, lihatlah aku hari ini,
masih berdiri meski berkali-kali diterpa badai.
Bukan karena hidup selalu memberiku bahagia,
melainkan karena ada harapan yang tak ingin kubiarkan sirna.
Aku belajar, bahwa bertahan bukan berarti tak pernah menangis,
bukan pula tentang menjadi kuat setiap waktu.
Bertahan adalah ketika dunia terasa begitu berat,
tetapi kita masih memilih melangkah, meski hanya satu langkah.
Jika suatu hari kau melihat seseorang tersenyum,
jangan buru-buru mengira hidupnya baik-baik saja.
Sebab ada hati yang menyimpan ribuan cerita,
dan ada manusia yang sedang berjuang tanpa suara.
Dan kelak, jika aku berhasil melewati semuanya,
aku ingin memeluk diriku yang hari ini hampir menyerah.
Lalu berbisik dengan penuh bangga:
"Terima kasih telah bertahan sejauh ini.
Ternyata, di balik segala air mata,
masih ada kehidupan indah yang menunggumu."



(Jawa Barat, 3 November 2026)