Nyala yang Tidak Menyerah
Karya: Rina Delvina YentiDi ambang malam, aku belajar berdiri
meski angin mengguncang sisa percaya.
Luka-luka tumbuh seperti duri,
namun langkahku belum menyerah.
Ada hari ketika langit runtuh
dan doa terasa kehilangan suara.
Aku merapatkan hati yang rapuh,
menyalakan harapan sekecil bara.
Bertahan bukan berarti tidak menangis,
bukan pula selalu tampak perkasa.
Kadang, keberanian hadir begitu tipis:
bangun kembali, meski jiwa terluka.
Jika esok masih diselimuti kelam,
akan kutapaki jalan perlahan.
Sebab fajar tidak pernah datang tergesa,
dan akar tetap memeluk bumi
meski badai mematahkan dahan.
Aku mungkin belum sampai tujuan,
tetapi belum selesai berjuang.
Selama napas menyimpan kemungkinan,
akan ku jaga nyala itu
agar gelap tidak menjadi akhir.
Padang, 03 November 2026