Sajak Relung di Balik Aras
Karya: Isna AnifinnuhaTaburan buih di kala waktu yang ranum,
merajut rintih jemari yang memadat pada aras,
saat arloji dunia berhenti berisik dan bungkam,
kian hanya tersisa degup dadaku yang mencemaskan esok.
Sajak relungku mengetuk pintu aras-Mu,
berharap sunyiku diterjemahkan menjadi kehangatan dekap-Mu,
ketika kota menjelma kuburan bagi mimpi-mimpi yang lelap,
di sinilah diriku, satu-satunya jiwa yang bertaruh dengan senyap.
Maka pintal jemariku menjadi sekokoh jangkar,
agar subuh impian itu lekas merekah menjadi fajar,
menukar air mata lelah mereka menjadi dekap paling khidmat,
sebab Kaulah detak yang meminjamkan napas pada dadaku yang nyaris tandas.
Sidoarjo, 03 November 2026