Bertahan di bawah langit yang berkabut duka
Karya: YULIA WIDIAAsap kabut menutup sinar matahari.
Gunung hijau dilahap api membara.
Jalan gelap membawa duka yang mendalam,
langkah kecil yang tidak sempat pulang.
Sungai yang dulu mengalir riuh,
kini kering kerontang berbulan‑bulan.
Tanah merekah menahan dahaga panjang,
kasihan hewan hutan yang kehausan.
Daun‑daun kering gugur berserakan,
menanti keajaiban yang belum datang.
Banyak harapan hampir ingin padam,
namun kami percaya pada jalan Tuhan.
Hingga hujan turun membasahi bumi,
sungai kembali mengalir perlahan.
Kami berdiri teguh di bawah langit,
dan kami tetap bertahan menghadapi
ujian dari Tuhan.
Ketapang, 17 Oktober 2026