Meletakkan Pedang Patah
Karya: Valencia Evellyna YangTelah kuberikan seluruh darah dan peluh,
Menerjang ribuan badai tanpa pernah mengeluh.
Aku terus mengetuk pintu yang tak kunjung terbuka,
Menatap cermin yang kini dipenuhi bayang luka.
Kaki ini gemetar setelah lelah menanjak,
Mengejar mimpi yang kian jauh melangkah melacak.
Ternyata ada batas yang tak sanggup kuterobos paksa,
Memeluk batu dingin hanya memperpanjang siksa.
Malam ini, aku meletakkan pedang yang telah patah,
Mengakui lelah tanpa harus merasa nista dan salah.
Ini bukan kisah tentang kalah yang menyedihkan,
Melainkan rasa sayang pada jiwa yang terabaikan.
Aku melangkah mundur dari medan yang membakar,
Membiarkan dada yang sesak kembali bernapas lega dan mekar.
Aku merelakan apa yang tak ditakdirkan milikku,
Lalu pulang memeluk kedamaian di dalam kalbu.
Semarang, 18 Oktober 2026