MENYERAH : Tak Bisa Kubaca Lagi Pelajaran Cintamu
Karya: Siswandi Suwarsa, SHAku terduduk di lorong nista,
memeluk malam dengan erang,
menatap langit-langit buram
melukis bahasa hatiku yang kalah, Tuan.
Dulu ia mengajarkan cinta kepadaku,
menghitung kancing bajuku,
menyamakannya dengan kancing bajunya,
lalu berkata kita berjodoh.
Aku percaya, ritme kita senada,
bagai mata air pegunungan
yang bertemu di kaki bukit,
menyatu dengan sungai pedesaan.
Ia mengalunkan Mozart,
menggelorakan harapan seperti Beethoven.
Lalu kita terjerembap di ilalang rindu
yang tertumpah di hamparan damba.
Kini bayangan itu punah.
Pelajaran cintanya hanya siasat pelarian,
karena belum sanggup menerima cinta sejatinya.
Saat waktunya tiba, ia pergi.
Aku terlunta.
Tak bisa lagi membaca pelajaran cintanya, Tuan.
Aku menyerah.
Semarang, 18 Oktober 2026