Kalender yang Tidak Pernah Bertanya

Karya: Sa'idatun Nisa'


Pagi mengelupas satu lembar lagi.
Tanggal baru berdiri di ambang pintu
tanpa mengetuk, tanpa bertanya
apakah semalam sudah kuselesaikan.

Yang terkelupas itu kemarin,
tetapi kemarin tak mau lepas dari bahuku.
Kupanggul seperti ember retak;
niat kuisi, menetes juga
sebelum sampai ke sumur esok.

Pada kotak-kotak, lingkaran spidol merah:
cicilan, tenggat, jatuh tempo.
Tanggal merah pun tak meliburkan yang belum pulih.
Aku menyeduh, berangkat, mengangguk, pulang;
Selasa tetap Selasa.

Kalender tak bertanya pada paku
yang ditancapkan ke dinding
agar dua belas bulan tetap tergantung.
Tahun berganti. Paku itu tinggal,
berkarat, dan menahan.


Malang, 27 Oktober 2026