Bertahan dalam diam
Karya: Qwinshe MarianggaDi tengah badai yang menerjang,
kesusahan yang harus kupikul sendiri.
Dengan banyak buah bibir yang mencibir,
mereka yang selalu menghina tanpa memakai belas kasih.
Aku sendiri, berusaha menghibur diri sendiri.
Ingin sekali mengatakan,
“Aku capek, aku juga manusia biasa.”
Tanggung jawabku terlalu besar
untuk diriku yang lemah.
Namun, Tuhan pernah mengatakan,
“Jika kau tak mampu, tidak mungkin Aku memberikan ujian ini padamu.”
Aku selalu berusaha untuk tak pernah menyerah,
karena aku selalu ingat
untuk siapa aku memulai,
dan untuk siapa aku mengakhiri semuanya.
Bintuni, 18 Oktober 2026