Aku Belum Selesai, Bu

Karya: Nurul Sobikhatus Tsalisah



Aku tumbuh di antara tanggung jawab dan mimpi, memikul beban yang tak selalu dipahami, menyulam harapan dengan air mata, serta menjadikan luka sebagai nyala.

Kata-kata menyakitkan tak akan menjadi akhir, sebab ada cita-cita yang harus kuukir. Bukan untuk membalas mereka yang merendahkan, melainkan membuktikan bahwa aku mampu bertahan.

Madrasah pertamaku, kini rinduku hanya mampu menjelma doa. Ada derajat orang tua yang ingin kuangkat, ada mimpi yang ingin kutuntaskan dengan tekad.

Meski pundakku rapuh, langkahku tak boleh menyerah. Ajaranmu tetap menjadi cahaya.

Kelak, jika keberhasilan menyambutku, akan kusebut namamu dalam sujud. Namun, Bu, ada bahagia yang mungkin tak pernah utuh: saat dunia menyaksikanku berdiri, tak ada lagi pelukanmu untuk kutuju.

Aku berhasil bertahan, Bu. Tetapi, mengapa kemenangan ini begitu sunyi, ketika pelukan yang paling kurindukan kini hanya bisa kutemukan dalam doa?


Pekalongan, 18 Oktober 2026