Bertahan Ditopang Ambisi

Karya: Muhammad Azam Yudistira


Malam kesekian di hadapan halaman kosong ini
Menatap sunyi pada papan ketik bisu ini
Lagi-lagi menulis puisi, bingung mencari ambisi
Bukannya merajut masa depan, malah beradu nasib pada lomba puisi

Jika Mama tahu, tentu merah padam wajahnya
Harapan tunggalnya, malah berjudi dengan seni
“Jadi seniman, mau makan apa nantinya?”
Ya… begitulah stigma seniman masa kini

Mungkin mereka memang benar
Aku takkan memakan tulisanku dengan segelas tinta segar di sampingnya
Takkan pula menjadi penulis yang tenar
Tapi inilah pilihanku, siapa mereka tuk menentukannya?

Oh, dewan juri… biarlah diri ini berdiri tegak di atas sajak-sajak dada
Bait demi bait kumuntahkan tanpa jeda
Biarlah peserta lain kenyang sorotan akan dilirik
Sementara aku berlarian bebas di larik


Samarinda, 18 Oktober 2026