DI ANTARA RETAK YANG TAK BERSUARA
Karya: Jelita Meihwa PasaribuAku bukan batu, tapi belajar diam dari karang
Bukan baja, tapi menempa luka menjadi tulang
Bertahan bukan soal keras menantang badai
Melainkan lunak menerima hujan tanpa usai
Aku menambal perih dengan benang doa yang tipis
Menjahit harapan di kain hari yang terkikis
Jika dunia menuntutku untuk selalu bersinar
Izinkan aku redup, lalu menyala dengan sabar
Sebab bertahan bukan lomba siapa paling cepat sembuh
Tapi seni untuk tinggal, saat semua memilih runtuh
Aku masih di sini, tidak utuh, tidak juga kalah
Hanya menolak padam meski angin memarah
Sebuah jiwa yang memilih tetap berumah.
Medan,18 Oktober 2026