Kusut

Karya: Margareta Antonia Helena Bate


Gelap dan dingin tak lagi berarti,
dalam setiap aksara tiada tentram yang dapat kutemui.
Di kala gelap, kesendirian menyelimuti,
di kala terang, hanya bayangan yang setia menemani.

Begitu kusut hidup ini, ke manakah hamba harus pergi?
Menyepi dalam ruang sunyi, tanpa makna yang mampu kupahami,
bahkan sang fajar enggan menyapa lagi.

Pena menari-nari di atas tumpuan kertas tua, merangkai syair tak paripurna,
sementara air mata jatuh tanpa suara.

Angin berbisik di antara segala perkara,
menyuruh hamba berhenti dari lelah yang tak kunjung reda.
Jika menyerah menjadi jalan pulang, haruskah langkah ini berhenti?

Ataukah masih tersisa seberkas cahaya
untuk menuntun jiwa yang kehilangan arah,
sebelum segala harapan luruh ditelan kelamnya malam?


Kutai Barat, 10 Oktober 2026