Mati Rasa

Karya: Hilda Fauziah





Akhir-akhir ini, semua terasa lebih berat.
Setiap detik terasa menyakitkan.
Tak ada lagi tawa bahagia,
tak ada senyum yang dahulu selalu merekah,
hanya tatapan kosong yang menyimpan luka,
jiwa yang bertahan meski nyalanya hampir padam.

Apa yang sebenarnya dipertahankan?
Apa yang sebenarnya diperjuangkan?
Apa yang sebenarnya sedang digapai?
Keberhasilan atau sekadar angan-angan?

Kata “semangat” tak lagi mampu membangkitkan jiwa ini.
Hal-hal sederhana yang dahulu mengundang tawa,
kini terasa hampa.
Teman tak lagi menjadi alasan untuk selalu bahagia.
Kini, justru itulah yang paling menyedihkan.

Ada apa dengan jiwa ini?
Apakah ia sudah terlalu lelah,
terus dipaksa untuk bertahan?

Lantas, akankah ia menemukan jalan untuk kembali,
atau masih harus tersesat
di antara kepingan diri yang belum usai?


Majalengka, 17 Oktober 2026