Di Antara Kepingan Fajar
Karya: FRIDA ANGELIAMalam mungkin terasa teramat panjang,
menyekap langkah dalam bayang-bayang yang merajam.
Luka-luka lama merambat pelan bagai jaring yang dingin,
menanyakan arah pada angin yang enggan menjawab.
Namun, di dalam retakan kaca yang remuk,
ada jemari sunyi yang menolak untuk menyerah.
Setiap air mata yang jatuh bukan penanda kekalahan,
melainkan benih sabar yang menanti terbitnya fajar.
Aku tidak hancur di tengah gelap ini,
aku hanya sedang dibentuk oleh sunyi.
Meski jemari gemetar meraba duri,
aku akan terus melangkah menembus malam.
Sebab aku percaya, pada kepingan hari esok yang menanti,
ada hangat mentari yang tak akan pernah hilang lagi.
Cirebon, 23 Oktober 2026