Kepada Tubuh yang Menolak Runtuh

Karya: Dimas Bagus Erwiko



Kepada Tubuh yang Menolak Runtuh
Ada bising yang diam-diam kau lipat di bawah bantal,
sementara matamu berjaga, merawat sisa nyala dari embusan putus asa.

Orang-orang mengira bertahan adalah membusungkan dada menantang badai.
Padahal acapkali, ia sekadar perkara bersedia menjadi akar.
Menyusup pelan ke dalam gelap, rela berdarah memeluk batu,
hanya untuk menyesap setetes air dari kemarau yang paling panjang.

Tak perlu merutuki retak yang menjalar di dadamu.
Biarkan ia menjadi celah, tempat cahaya berkesempatan masuk esok pagi.
Bernapaslah. Sekali lagi.

Sebab keberanian paling purba dari seorang manusia
adalah memilih bangun menatap hari,
meski dengan sisa napas yang paling sayup.



Bandar Lampung, 22 Oktober 2026