MENEMPA KARANG

Karya: ARJETI NATALIA BR SIHOMBING



Di rahim malam yang paling pekat,
jiwa ku memahat sebait tekad.
Saat prahara merubuhkan tiang langit,
dan ngilu menuntut menyerah dengan sengit,
aku memilih menjadi akar;
menghunjam dalam, menolak terbakar.

Bukan karena raga tak punya lelah,
namun marcapada terlalu benderang untuk pasrah.
Biarkan waktu menempa perih menjadi baja,
dan air mata menyuburkan lentera di dada.

Aku adalah karang di runtuhan zaman,
yang kokoh berdiri menantang kehancuran.
Sebab bertahan bukan sekadar tidak tumbang,
melainkan merawat asa yang benderang.
Hingga fajar menjemput kemenangan.


jambi,21 Oktober 2026