Rumah tanpa atap

Karya: Zahra Dinda Putri Halwa Nabila


Aku sering menyebutnya alas untuk singgah

Bukan karena dinding nya yang kokoh,
Bukan juga karena pintunya yang selalu terbuka
Melainkan disana
Aku bisa merasa
Tak perlu menjadi siapa siapa

Namun rumah itu
Tidak memiliki atap.

Setiap musim basah datang,
Aku belajar mengeringkan retakan dan serpihan
Dengan bantuan diri sendiri.

Setiap petir menyambar malam
Aku memeluk kegelapan
Seolah olah ia satu satunya
Yang ada.

Aneh? Iya

Sebuah rumah yang tidak bisa melindungi
Penghuni nya sendiri.

Lalu aku sadar
Tidak semua rumah menjadi tempat teduh

Adapun rumah yang menjadi
Tempat untuk belajar membangun atap dari reruntuhan yang menjatuhkan kita.


-Jawa timur,13 September 2025