RUMAH YANG TAK PERNAH MEMANGGIL

Karya: YULI TRI WULANDARI


Dulu,
kupikir cinta adalah rumah
yang harus kutinggali meski jendelanya tertutup
dan pintunya tak pernah benar-benar memanggil.
Maka kupungut satu per satu
pecahan diriku,
kususun menjadi senyum,
agar kepergianku tak terdengar
seperti kekalahan.
Namun waktu mengajarkanku:
tak semua pintu yang tertutup
harus diketuk sampai jemari berdarah.
Ada yang memang ditakdirkan menjadi batas,
bukan tempat pulang.
Jadi, biarlah malam menyimpan
segala kata yang tak sempat terucap.
Aku memilih pergi tanpa gaduh,
membawa hati yang pernah kauabaikan
kembali ke dadaku sendiri.
Sebab ternyata,
kehilanganmu bukan akhir dari segalanya.
Itulah hari
ketika aku akhirnya
menemukan jalan pulang
kepada diriku sendiri.



Painan, 14 September 2026