Koper yang Membawa Pulang Nama Baru
Karya: Wira Manik, M.Pd.Pergi bukan selalu meninggalkan alamat;
kadang, ia menanggalkan nama lama
di ambang doa yang pernah akrab.
Dahulu aku lelaki dengan langkah sendiri,
pulang kepada sunyi, tidur tanpa janji.
Lalu seorang perempuan datang membawa rumah
di matanya, dan aku memilih tinggal
dengan cara paling jauh:
meninggalkan keyakinan lama,
mempelajari doa yang bersemayam di hatinya.
Namun pernikahan belum selesai mengajariku pergi.
Dari suami, aku berangkat menjadi ayah;
meninggalkan ego di depan pintu kamar anak-anak,
mengganti kebebasan dengan tanggung jawab,
dan tidur yang utuh dengan cemas
atas demam, mimpi, serta masa depan mereka.
Kini aku mengerti:
kedewasaan adalah perjalanan
ketika setiap kepergian
diam-diam mengembalikan kita
kepada diri yang lebih manusiawi.
Medan, 12 September 2026