"Alamat yang Tak Pernah Kutulis"

Karya: Viani K Tamau


Aku pernah mengira pulang
adalah jalan yang membawa kaki
kembali ke halaman rumah.

Ternyata aku keliru.

Pulang adalah suara yang masih tinggal
setelah keramaian berhenti,
adalah nama yang diam-diam kusebut
ketika hari terasa terlalu panjang.

Aku pernah berjalan sejauh mungkin,
membawa rindu yang tak tahu
harus diletakkan di mana.
Setiap tempat memberiku persinggahan,
tetapi tak satu pun membuatku
benar-benar tinggal.

Sampai akhirnya aku sadar,
ada rumah yang tidak berdinding,
tidak berpagar, bahkan tak memiliki alamat.

Ia hidup dalam ingatan,
menunggu tanpa bertanya
mengapa aku pergi begitu lama.

Mungkin, sejak awal,
pulang bukan tentang kembali,
melainkan menemukan tempat
di mana hati berhenti mencari.


Gorontalo, 10 September 2026