Jalan Pulang
Karya : Muhammad Arif Septian

Langkahku menyusuri aspal yang basah karena hujan lebat di mata.
Jauh dari riuhnya kota, dekat dengan rindu yang tak padam di dada.
Setiap belokan jalan membawa ingat pada suara Ibu yang memanggil nama.
Setiap lampu yang redup mengantar harap untuk segera tiba.

Bukan gedung tinggi yang kucari, bukan pula harta yang berlimpah ruah.
Yang ku mau hanya rumah sederhana dengan pelukan yang menenangkan jiwa.
Tempat lelah bisa rebah, tempat luka bisa sembuh karena doa.
Tempat nama kita disebut paling awal dan terakhir sebelum mata terpejam karena cinta.

Sejauh apapun aku pergi, sejauh apapun aku berjuang tuk diri.
Aku tahu kemana arahku harus kembali.
Ke tempat yang ku sebut "rumah",
Karena rumah bukan sekedar dinding dan atap megah.
Tapi rumah adalah hati yang menunggu kita pulang dengan hati, tanpa lelah.


Bandung, 10 September 2026