Pulang yang bermuara
Karya: VanessaHari ini,
aku menambal tubuhku dengan sisa-sisa terang
yang kemarin nyaris padam.
Aku memanggul riuhku sendiri—
riak yang tak pernah surut,
hingga riuh itu akhirnya karam dalam sunyi.
lucunya.
Pagi ini aku masih mampu
menyebut diriku “cukup baik,”
meski damai belum pernah mengenal namaku.
Mungkin atmaku pun ingin pulang,
setelah seharian melawan dunia,
membawa riuh yang ingin ditanggalkan
di ambang pintu rumah.
Namun ketika pulang,
aku berdiri di ambang diriku sendiri,
seperti seorang asing
yang lupa cara mengetuk pintu.
Dan karena itu pula,
aku masih terlunta-lunta,
mencari apa yang disebut manusia sebagai pulang.
Barangkali jalan pulang tak sesederhana itu
saat aku lupa denah rumahku sendiri,
dan menyusuri tiap denah yang ada.
hingga menemukan sebuah pintu
tempat aku akhirnya berlabuh,
pada diriku sendiri.
Bencah,28 juni 2026