Waktu dan Pilu

Karya: Aqilla Mehrunisa Endikat


Pukul empat sore hari:
Masih kudiam bercumbu pada sunyi
Terpaku kaki kepada bumi
Tertutupnya telinga oleh lelah
Bersama matinya jiwa yang belum mengirim doa

​Pukul lima sore hari:
Bias mulai luruh pada ambang sakti
Mengalah untuk bulan berperan kembali
Bibir pantai yang mulai memanggil raga
Siulan ombak yang menerbitkan fatamorgana

​Pukul enam sore hari:
Kelam mulai mencekam hati
Riuk bisik mulai menarik diri
Ketenangan yang diharap, dijual oleh nyata
Kaki berjalan dicambuk dusta

​Dusta akan mati
Dusta takkan ingin hidup kembali
Dusta bahwa sudah siap meninggalkan bumi

​Pukul tujuh malam hari:
Semuanya bukan lagi angan mimpi
Kuberada di ujung palung dalam sepi
Surga mulai mengejawantah
Atau hanya halusinasi belaka?

​Maka matilah engkau atma, berisik dalam sepi, tenang dalam bahana




Bengkulu, 12 September 2026