Melangkah Menuju Kabut Masa Depan

Karya: Suci Fadila


Kabut itu tidak meminta izin,
ia turun perlahan menyelimuti jalan yang kemarin masih jelas terlihat.
Bukan tanda bahaya, bukan pula larangan untuk berhenti,
melainkan undangan halus bagi jiwa yang berani menjadi asing.

Melangkah ke dalamnya adalah keberanian untuk melepaskan peta lama,
menerima bahwa arah tidak lagi ditunjuk oleh tanda, melainkan oleh denyut nadi sendiri.
Setiap langkah adalah pertanyaan yang belum punya jawaban,
setiap hembusan angin membawa aroma tanah yang belum pernah kukenal.

Di tengah kabut ini, aku belajar bahwa ketidakpastian bukanlah musuh,
melainkan guru yang mengajarkan arti kepercayaan pada proses.
Bahwa kehilangan kenyamanan adalah harga yang harus dibayar
untuk menemukan versi diri yang selama ini tersembunyi di balik rutinitas.

Maka biarkan kakiku lecet oleh jalanan yang tak rata,
biarkan hatiku berdegup kencang oleh misteri yang belum terungkap.
Karena melangkah menuju kabut masa depan bukan tentang sampai ke suatu tempat,
melainkan tentang siapa yang akan kita jadi saat kabut itu akhirnya tersingkap,
dan kita berdiri utuh di cahaya yang baru saja lahir.


Pekanbaru, 08 September 2026