Aku Yang Hanya Mencintai Sendirian

Karya: Siti Naura Oftapiana


Betapa getir aku mengingat awal mula kita bertemu—waktu aku mengira dua pasang langkah beriringan akan sampai pada tujuan yang sama. Namun nyatanya, aku hanyalah sebuah perahu yang terlalu lama berlayar menuju pantaimu, sementara kau memilih pelabuhan lain untuk ditempati.

Maka kali ini berlayarlah sesuka hatimu. Bawalah angin, senja, dan kenangan yang pernah terdampar di antara kita ke pelabuhan tempat hatimu menanti.

Sedangkan aku akan tetap di sini, membiarkan ombak membawa sisa-sisa tentangmu hingga tak lagi kutahu mana yang pernah menjadi milikku, dan mana yang sejak awal hanya sekadar singgah.

Jika suatu hari kau ingin kembali, jangan pergi ke dermaga yang dahulu menunggumu. Telah kutenggelamkan jangkar itu jauh ke dasar waktu.

Biarlah perjalanan kita berakhir seperti senja yang ditelan malam; tidak ada yang kalah, hanya dua hati yang akhirnya memilih arah berbeda.


Karawang, 14 September 2026