Aku Pulang, 17 Desember. Janji.
Karya: Shafira Nur Ramadhani.DMeja ruang tamu selalu penuh
dengan kue kesukaanmu,
menyambut kepulanganmu.
Kursi tempatmu beristirahat
selalu bersih,
dipenuhi wewangian kesukaanmu.
Kayu bakar perlahan berubah menjadi abu.
Kue kesukaan Mu mulai basi.
Kursi tempatmu beristirahat berdebu,
lalu ditutup kain putih.
Kenapa kau pulang dengan tidak sopan?
Terbaring,
tertutup kain putih bersih.
Tak ada lagi kabar yang bertukar denganku.
Tak ada lagi pelukan hangat.
Kenapa aku harus menyaksikan
tubuh-Mu yang dingin dan kaku
dimasukkan perlahan
ke dalam lubang sedalam dua meter itu?
Lalu, kenapa mereka menutupi Mu
dengan kayu dan tanah?
Kata Mu,
“Aku pulang, 17 Desember.
Janji.”
Kemanakah engkau melangkah?
Tidakkah lagi rumah sederhana ini
menjadi tempat pulang Mu?
Tidakkah lagi pelukan hangat yang kuberi
menjadi pelebur rasa lelah Mu?
Batam, 7 September 2026