Rengkah pada Rumah

Karya: Salsabila Amirah Bahri


Kepada retak yang lahir dari dosa dengan ketidakpedulianku terhadap sesal, aku merundung diriku sendiri, Ke mana jejak langkah ini harus berlabuh.
Aku kebingungan mencari perlindungan.
Di mana seharusnya kutelanjangkan rasa bersalah ini,
Bahkan perihal rumah sudah hilang di ingatan sejak kaburku pada semua hal.
Barangkali rumah bukan lagi sebidang ruang dengan pintu yang dapat kuketuk ketika pulang, melainkan tempat yang telah lama kutinggalkan bersama seluruh keberanianku untuk mengaku: aku telah salah.
Kini, setiap sudut yang kulewati terasa seperti cermin memantulkan wajahku yang tak lagi kukenal.
Aku ingin pulang, Kepada Tuhan yang berkali-kali kupunggungi, atau kepada diriku sendiri yang bahkan tak sanggup lagi kupeluk?
Maka malam menjadi saksi,
bahwa ada rumah yang tidak runtuh karena badai,
melainkan perlahan rengkah oleh penghuninya sendiri
dan aku adalah tangan yang pertama kali menorehkan retaknya.



Bekasi, 26 September 2026