Pulang, Tetapi Bukan ke Rumah

Karya: Sa'idatun Nisa'


Aku pulang, tetapi bukan ke rumah,
sebab rumah telah lama membiarkan pintunya diam,
dan halaman yang dahulu mengenal jejak langkahku
kini telah lupa siapa yang pernah berlari di atasnya.

Aku pulang ke suara ibu yang datang bersama senja,
ke tanah basah selepas hujan,
ke seorang anak yang pernah kutinggalkan
di sebuah tikungan waktu-
ia masih duduk di sana,
memeluk lututnya sendiri,
menunggu seseorang yang tak pernah benar-benar kembali.

Kutemui ia dengan wajah yang telah asing,
dengan tangan yang ragu untuk menyentuh.
Kami tidak saling bertanya ke mana saja,
sebab beberapa kepulangan tidak membutuhkan jawaban.

Aku hanya duduk di sebelahnya
hingga cahaya terakhir memilih pergi lebih dulu.
Lalu, untuk pertama kalinya, aku mengerti:
pulang bukan tentang menemukan jalan kembali,
melainkan berhenti melarikan diri
dari diriku sendiri.


Malang, 11 September 2026