Ketika Langkah Menantang Fajar (Lirika 12)

Karya: Safrina Sembiring


Jejak rahasia di balik sebuah rindu,
Seperti embusan angin malam menyapa raga,
Ketika malam memperlihatkan sunyinya raga,
Suara hujan hadir sebagai penghantar tidur,
Seakan berkata esok akan ada tawa dan tangis.

Pagi tidak memperlihatkan cahayanya,
Dia bersembunyi di balik kabut hitam yang datang mengikat sebuah raga,
Pelan-pelan terpisah dengan suara yang indah tiada bermuara.

Kini kau seret langkah kakimu yang berat dan lesu.
Membawa kepingan puzzle yang berserakan.
Pergi menantang fajar dengan ratapan sedih.

Pamitnya sang surya kepada senja,
Seperti melarung rindu ke laut lepas.
Ia pergi tanpa sepatah kata,
Namun menyisakan sebuah cerita yang tidak terlupakan.

Kini tawaku kembali menyambut surya yang berseri.
Bumi pun tersenyum memeluk hijau yang kembali bersemi.
Tidak ada lagi kabut kelam,
Sebab pelangi telah merajut jalurnya di atas awan.


Medan, 19 September 2026