Debu yang Berkelana

Karya: Rizkia Putri Julianti


"Debu yang Berkelana"

Kita pernah sedekat nadi,
berlari ke sana kemari bersama.
Melewati berbagai badai yang lalu,
tanpa saling meninggalkan.

Kini kita hanya orang asing,
bagai debu-debu yang tertiup angin.
Takkan pernah tahu akan satu tempat,
kembali ataupun tidak.

Namun, beruntungnya,
di antara banyaknya debu,
kita pernah satu tempat.

Walau ujungnya kita berkelana,
tanpa tahu kapan kembali bertemu,
di tempat yang sama.


Depok, 30 September 2026