Tiket Terakhir

Karya: Putri Nur Aurellia Zulinda



TIKET TERAKHIR

Kita pernah menjadi dua penumpang
di peron yang sama,
menunggu kereta
menuju arah yang kita percaya.

Musim pun berlalu,
dan kita pernah saling menjadi rumah.
Namun ego perlahan menjelma jarak,
hingga langkah kita tak lagi
menuju tujuan yang sama.

Lalu stasiun menjadi saksi.
Hujan turun dari langit yang muram,
membawa luka
yang tak sempat kita ucapkan.
Setiap rintiknya
seperti sisa tangis perpisahan.

Kau pergi bersama musim baru.
Aku tetap di peron lama,
menatap keretamu
ditelan kabut dan hujan.

Barangkali,
yang paling sakit dari pergi
bukan kereta yang menjauh,
melainkan peron
yang masih mengingat langkahmu.

Maka pergilah.
Biarkan hujan menghapus jejakmu.
Sebab tiket terakhir
telah lama kehilangan tujuan.


Kediri, 29 September 2026