Wajah Air Lupa

Karya: PERDIANSYAH


Lama ia menari di kuas warna,
di tepi hujan yang membaur luka;
bunga di kanvas masih merona,
tapi kau sudah pergi.
Apa masih sisa rasa?

Jembatan ini ingin lahir kembali,
berharap mengulang kisah yang ada,
tapi setiap lahir kembali,
kisah itu termakan air lupa,
dan jembatan lupa siapa yang ia seberangi.

Mendongak ke langit, menatap air,
bayangannya bersuara, namun tanpa rupa.
Tapi ia di sini, melukis suara
yang terbenam di air, wajah tanpa nama.

Semua membekas, mati tanpa arah;
menjelma bekal bagi mimpi orang selanjutnya,
di cawan perpisahan,
entah siapa yang meneguknya,
kuas itu menari lagi.


Bogor, 29 September 2026