Pada Akhirnya, Aku Pergi
Karya: Nurannisa Rahmadani AAku pernah mengira rumah adalah tempat namamu tinggal.
Maka kupeluk setiap janji, meski waktu perlahan mengikisnya.
Kau adalah senja yang selalu kutunggu, meski tahu tak pernah menetap.
Aku mencintaimu seperti laut mencintai pantai: datang, lalu selalu dikembalikan.
Sampai suatu malam, matamu tak lagi menyimpan arah untuk pulang kepadaku.
Kau memilih diam, dan aku belajar membaca perpisahan dari sunyi.
Tak ada yang benar-benar patah dalam satu malam; kita hancur sedikit demi sedikit.
Aku ingin tinggal, tetapi cinta bukan tempat mengetuk pintu yang tak lagi terbuka.
Maka kusimpan namamu di halaman terakhir.
Bukan karena aku berhenti mencintaimu, melainkan karena aku mulai mencintai diriku sendiri.
Dan pada akhirnya, aku pergi bukan untuk melupakanmu, melainkan untuk pulang pada diriku yang hilang.
Bekasi, 29 September 2026