Pulang, Meski Tak Lagi Sama
Karya: Nurus TsurayaAku pulang ketika senja mulai padam,
membawa langkah yang lebih berat dari kepergian.
Di ambang pintu, ibu masih menunggu,
seakan waktu tak pernah mengajarinya melupakan.
Rumah itu tetap sama
kursi tua, halaman kecil, dan aroma masakan.
Hanya aku yang berubah.
Ada banyak hal yang gugur
di sepanjang perjalanan.
Dahulu, pulang hanya soal kembali,
menaruh tas, lalu memeluk ibu.
Kini aku tahu, perjalanan mengubah banyak hal
ada yang harus kulepas,
ada yang diam-diam tumbuh dalam diriku.
Barangkali itulah tattwa perjalanan
kita pergi untuk mengenal dunia,
lalu pulang untuk mengenal diri.
Sebab rumah bukan tempat kembali,
melainkan tempat hati berhenti mencari.
Demak, 6 September 2026