Sekuntum Pulang
Karya: Nurul Ausathi Witritiba-tiba saja lahir sebuah bintang
di balik tirai hujan yang tak lagi muram
sepuluh Februari, lima tahun silam
katamu, makan malam kita hari ini
akan panjang
kau meredam titik-titik hitam dengan pelukan hangat yang membakar bulan
lalu matamu menawarkan sekuntum pulang, yang jauh sebelum itu
ingin sekali kupetik diam-diam dari kebun puisi yang bersarang di antara kepedihan
sesekali waktu,
aku berandai-andai esok berlayar jauh
merangkum sepimu yang bandang,
di ujung jalan yang padanya bermekaran
seribu kenangan, kau menggandeng
langkah kita pada tempat berlabuhnya
mimpi-mimpi yang pernah padam
memulangkanku pada satu halaman
indah yang tak ingin kuselesaikan
Bandung, 12 September 2026