Aksara terakhir untuk sang nayanika
Karya: Nur MariaWahai, Sang Pemilik Nayanika.
Namamu Amerta di dalam aksara,
hadirmu laksana sebuah harsa yang tiada tara.
Namun, sepertinya atma ini keliru.
Nyatanya kita hanyalah dua atma yang ingin menjalin asmaraloka,
akan tetapi, kita lengkara untuk bersama.
Sandikala yang kukira Amerta ternyata hilang dari cakrawala,
pergi bersama baskara yang kian temaram.
Kini, atma ini hanya menyisakan mangata yang begitu aksa,
membuat renjana yang berujung penuh dengan lara.
Kau menjadi bianglala di hidupku,
memberikan warna di setiap harinya,
tetapi itu hanyalah sebuah fana.
Bahkan setelah perpisahan itu,
akara-mu masih menetap di dalam sunya hatiku.
Terima kasih telah menjadi bianglalaku
sebelum akhirnya kau pergi bersama baskara,
dan kau pupuskan harsaku
menjadi lara.
Palangkaraya, 06 September 2026