Arah Yang Tak Akan Pernah Sama

Karya: Ni'ma Fauziyah


Di meja sudut kafe yang senyap,
cangkir dingin menyimpan duka.
Mata kita yang redup menatap,
mengeja takdir yang penuh luka.

Lidahku kelu di ambang bibir,
kata pisah tak sanggup terucap.
Suaraku runtuh, menguap gemetar,
tenggelam dalam sesak yang merayap.

Namun engkau memilih bungkam,
menatap hampa tanpa bertanya.
Membiarkan hening makin mencengkam,
merelakan segalanya tanpa suara.

Kebisuanmu menjadi penanda,
tak ada lagi yang perlu diperjuangkan.
Cintaku utuh, tak pernah berbeda,
namun diammu memberi kepastian.

Jemari ini perlahan terlepas,
meninggalkan hangat yang tersisa.
Aku berbalik dan melangkah pasrah,
meretas malam yang tanpa suara.

Biarlah rindu membeban di dada,
menanggung sepi yang entah sampai kapan.
Sebab meski cinta masih membara,
aku tetap pergi menuju perpisahan.


Pasuruan, 7 September 2026