Tanpa Kata Pamit

Karya: Adinda Taqwa Unayra


Kemarin dirimu masih ada di sini,
masih tersenyum seperti biasanya.
Tak pernah sekalipun terlintas di pikiranku
bahwa dirimu tak lagi ada di sini.

Kabar itu datang tiba-tiba,
membuatku yang mendengarnya
tidak bisa berkata-kata.

Apa benar kau telah pergi?
Rasanya masih terdengar suaramu
seperti sedia kala.

Sulit kupercaya hingga sekarang
bahwa suaramu yang selalu memanggil namaku
dan selalu mencari keberadaanku
kini hanya tinggal kenangan.

Andai saja aku tahu itu pertemuan terakhir,
ingin rasanya waktu berhenti sebentar,
agar aku dapat memelukmu lebih lama,
berada di dekatmu lebih lama,
agar aku bisa menerima kepergianmu.

Tetapi, walau dirimu telah pergi,
kenangan itu masih melekat di hati.


Pekanbaru,8 September 2026