yang tertinggal Setelah langkah
Karya: Muhamad Fadlan AlfiandiAda langkah yang sengaja dijauhkan,
bukan karena tak ingin menetap,
tetapi karena beberapa pertemuan
memang ditakdirkan hanya menjadi singgah.
Kutatap jalan yang perlahan memanjang,
membawa separuh kenangan di belakang.
Namamu masih tinggal di ingatan,
meski kakiku memilih meninggalkan.
Pergi ternyata bukan perkara melupakan,
ia adalah cara hati belajar melepaskan.
Sebab menggenggam yang ingin berlalu
hanya akan membuat tangan semakin luka.
Mungkin kelak kita bertemu kembali,
di jalan yang tak pernah kita rencanakan.
Jika saat itu kau bertanya mengapa aku pergi,
jawabannya mungkin telah disimpan waktu.
Hari ini aku melangkah tanpa menoleh,
bukan sebab masa lalu tak berharga.
Aku hanya sedang belajar percaya,
bahwa setiap kepergian menyimpan arah.
Tasikmalaya, 10 September