Kepergian yang Tak Pernah Usai
Karya: Jannica Agneysa ToabnaniKereta melaju, meninggalkan peron sepi,
kau melambai dengan mata berkaca,
aku menahan langkah yang ingin kembali,
memeluk waktu yang enggan bicara.
Pergi bukanlah akhir sebuah cerita,
melainkan jeda di antara dua rindu,
seperti bulan yang menghilang sementara,
namun tetap bersinar meski di balik awan kelabu.
Kepada jalan yang membentang panjang,
kepada bayangan yang tertinggal di ambang pintu,
kusimpan namamu dalam setiap kenang,
menjadi bekal langkah menuju waktu baru.
Sebab yang pergi tak selalu hilang selamanya,
ia hanya berpindah menjadi doa,
menjelma kekuatan dalam setiap doa,
bahwa pertemuan akan tiba pada masanya.
Kefamenanu,15 September 2026