Jejak yang ditinggal Angin
Karya: Muhamad Akhdan WigunaDi ambang pintu yang belum sempat kukunci, bayang-bayang masa lalu berdiri membisu, menitipkan rindu pada gagang besi yang kian dingin.
Kutatap jalan setapak yang membentang di kejauhan, menatap jejak kaki yang perlahan dihapus angin sore.
Melangkah pergi bukanlah tentang melarikan diri, melainkan keberanian melipat kenangan di dalam saku,
lalu berlayar mengejar ufuk yang tak bernama.
Selamat tinggal pada sudut ruang yang pernah hangat, aku berangkat membawa luka yang kini belajar menjadi sayap.
Tangerang, 30 September 2026