Nama yang Asing di Lidah Sendiri

Karya: Melisa Sukma Rahayu


Kepergian terdalam itu tidak menimbulkan suara,
Tidak ada kaca yang dilempar,
tidak ada pintu yang bergetar,
tidak ada air mata yang ditumpahkan.
Hanya trauma yang tersisa.

Ia pergi seperti air hujan yang perlahan berhenti,
menyisakan kenangan yang tak terkendali.
Kini.. kita memiliki nama yang asing di lidah sendiri.

Yang menyakitkan bukan saat kaki memaksa melangkah pergi, tapi saat aku tersadar bahwa kita tak mungkin lagi.

Ternyata, ada perpisahan yang berat untuk mengucap kata selesai.
Cukup dengan dua orang yang berpura lupa, semua akan terbiasa.


Jakarta, 23 September 2026