Tempat Berpulangku Satu-Satunya.

Karya: Dewi Larasati Oktaviani


Senantiasa kupanjatkan puji syukur kepada Mu, Tuhan. karena telah mempertemukan diriku dengan atma jelita yang menjadikan getir hidupku terasa lebih teduh.

Gadis yang tiap senyumnya seakan dapat menerangi suramnya perjalanan hidupku. Gadis yang memiliki senandung yang begitu indah, bahkan dapat membuatku jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya.

Sekali lagi kupanjatkan rasa syukur atas pertemuan kami yang mungkin telah Engkau rencanakan.

Namun, tidakkah takdir yang Engkau tetapkan ini begitu kejam?

Mengapa?

Mengapa, Engkau merenggutnya begitu cepat dari sisiku?

Tuhan, hanya dirinya lah satu-satunya tempatku bernaung, tempat ku kembali pulang disaat tak sesiapa pun mengizinkan.

Jika Engkau membawanya pulang ke sisi Mu, lantas bagaimana denganku?

Tanpa dirinya, aku akan membusuk bagai bangkai yang kehilangan tempat pulangnya.


Pontianak, 23 September 2026