KEPADA RUMAH YANG TAK LAGI SAMA

Karya: Maria Derisna Taus


Aku pernah mengira pulang
adalah langkah menuju pintu,
tempat seseorang menunggu
dengan pelukan yang utuh.
Namun waktu mengajariku,
tidak semua rumah menyimpan hangat,
tidak semua pintu mengenal nama,
dan tidak semua rindu
memiliki tempat untuk menetap.
Maka aku berjalan,
membawa luka yang tidak bersuara,
menyusuri malam demi malam,
mencari rumah di antara kehilangan.
Hingga akhirnya aku mengerti,
pulang bukan tentang ke mana kaki kembali,
melainkan kepada siapa hati merasa aman.
Jika kelak aku memiliki rumah,
aku ingin menjadi tempat pulang
bagi mereka yang hampir menyerah,
tempat air mata tidak perlu disembunyikan,
dan cinta tidak pernah membuat seseorang
merasa sendirian.
Sebab rumah yang paling dirindukan
bukan yang paling megah,
melainkan yang membuat kita percaya
bahwa kita layak dicintai.


Atambua, 17 September 2026