Kepergian

Karya: M Waladul Abror


Tiupan dari ujung timur menghembus
Dedaunan yang terdiam terpana.
Rasa dingin menepuk-nepuk jiwa dan kalbu
Kepergianmu tak cukup diangan-angan.

Namamu terukir dibenak.
Senyummu terukir dibenak.
Wajah dalam mukenamu juga terukir diwalpeperku.
Hanya kepergianmu yang tak kusimpan.

Air kupegang bergoyang-goyang didalam botol
Entah sampai kapan air bergoyang-goyangnya.
Aku sadar rasa tak bisa lepas dari jeruji kalbu.
Namun kau angkuh jadi tanah leluhur.

Kucoret-coret lembaran yang begitu suci.
Inilah obatku.


29 September 2026